Kembangkan Wisata Kuliner, Kemenpar Undang Food Blogger & YouTuber

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sedang menggodog rencana percepatan pengembangan wisata kuliner, belanja dan spa di Surabaya. Untuk itu, mereka mengundang beberapa stakeholder dalam focus group discussion (FGD) yang digelar Rabu, 8 November 2017.

FGD Kemenpar Blogger YouTuber

Saya turut diundang dalam acara tersebut dalam kapasitas saya sebagai Food Blogger sekaligus YouTuber. Saya datang bersama seorang blogger yang lain, Frenavit Putra.

Bapak Lokot Ahmad Enda, Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kemenpar, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Food Blogger dan YouTuber dipandang penting untuk memberi masukan karena sekarang telah terjadi trend pergeseran cara orang dalam mencari informasi. Jika dulu orang mengandalkan media cetak dan elektronik seperti radio & televisi, sekarang orang lebih suka mencari informasi melalui internet.

Google dan YouTube menjadi andalan bagi mereka yang ingin mencari informasi ketika akan berwisata ke suatu daerah. Termasuk ketika mencari informasi tentang kuliner apa yang nantinya akan dicoba di daerah tujuan.

Di situlah peran Food Blogger dan YouTuber sebagai content creator menjadi sangat strategis. Maka, informasi tentang kuliner yang disajikan melalui blog dan saluran YouTube haruslah akurat sekaligus menarik sehingga dapat mendukung promosi wisata kuliner yang ada di suatu kota, dalam hal ini Surabaya.

Lokot Ahmad Enda

FGD dibagi dalam 2 sesi. Sebelum makan siang adalah sesi pemaparan dari nara sumber. Setelah makan siang, peserta dibagi menjadi 2 kelompok untuk mendiskusikan hal yang lebih spesifik. Kelompok 1 mendiskusikan tentang wisata kuliner. Kelompok 2 mendiskusikan tentang wisata belanja dan spa.

Setelah diskusi kelompok kurang lebih 2 jam, ketua kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusinya dan kemudian didiskusikan lagi dengan seluruh peserta. Hasilnya, kami merekomendasikan 3 wisata kuliner dan 3 wisata belanja yang akan dijadikan unggulan, beserta analisis tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatannya.

FGD kemarin memang menghasilkan usulan, namun perlu didalami lagi untuk mematangkan dan mempersiapkan eksekusinya di lapangan. Semoga akan bersambung lagi dengan kegiatan ikutan yang lebih teknis.

Yang jelas, sebagai Food Blogger sekaligus YouTuber, saya siap berkolaborasi dengan stakeholder yang lain untuk menyukseskan program ini!

2 Comments

  1. Nizam 10/11/2017
  2. Nurulrahma 10/11/2017

Leave a Reply