Kumpulan Sholawat Habib Syech (Dies Natalis Universitas Airlangga)

Salah satu rangkaian acara Dies Natalis ke-62 Universitas Airlangga Surabaya adalah “UNAIR Bersholawat untuk Indonesia Adil dan Beradab” bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang diselenggarakan pada hari Sabtu 5 November 2016 lalu.

Ribuan mahasiswa dan civitas akademika Unair berkumpul bersama di halaman Masjid Ulul Azmi hingga pelataran Kantor Manajemen. Tak lupa ribuan syecher mania (sebutan untuk fans Habib Syech) juga hadir dari berbagai kota di Jawa Timur.

Puluhan sholawat dibawakan oleh Habib Syech dan diikuti oleh para hadirin. Namun ada yang menarik malam itu, yaitu lagu Turi Putih yang dibawakan hingga 2 kali. Lagu tersebut mengajak hadirin untuk merenungi sebuah kematian. Bahwa ketika mati tidak ada lagi harta benda yang dapat dibawa. Bekal menuju kematian adalah amal perbuatan selama hidup di dunia.

Pada awal acara, Habib Syech sudah menyanyikan Turi Putih. Kurang lebih syair Turi Putih sebagai berikut:

turi putih turi putih ditandur neng kebon agung
onok cleret tibo nyemplung mbok iro kembange opo mbok iro kembange opo

sholatullah salamullah ‘ala thoha rosulullah
sholatullah salamullah ‘ala yasin habibillah
sholatullah salamullah ‘ala thoha rosulullah
sholatullah salamullah ‘ala yasin habibillah ‘ala yasin habibillah

wetan kali kulon kali
wetan kali kulon kali
tengah-tengah tanduran pari
saiki ngaji sesuk yo ngaji
ayo manut poro kyai
ayo manut poro kyai

sholatullah salamullah ‘ala thoha rosulullah
sholatullah salamullah ‘ala yasin habibillah
sholatullah salamullah ‘ala thoha rosulullah
sholatullah salamullah ‘ala yasin habibillah ‘ala yasin habibillah

tandurane tanduran kembang
kembang kenongo neng njero guwo
tumpakane kereto jowo
rodo papat rupo menungso

tandurane tanduran kembang
kembang kenongo neng njero guwo
tumpakane kereto jowo
rodo papat rupo menungso
rodo papat rupo menungso

Selengkapnya dapat dilihat di video berikut ini:

Nah saat peserta asik bersholawat, tiba-tiba Gus Ipul hadir di lokasi. Padahal lagu Turi Putih adalah lagu favorit Gus Ipul. Maka Habib Syech kembali mengulang lagu Turi Putih. Gus Ipul-pun dengan riang gembira ikut menyanyikan lagu Turi Putih.

Para syecher mania-pun dengan senang gembira ikut menyanyikan Turi Putih sambil mengacung-acungkan panji-panji yang mereka bawa.

Rektor Unair Prof Nasih pada kesempatan tersebut berpesan kepada semua hadirin bahwa diadakannya sholawat tersebut dalam rangka menjadikan Unair sebagai kampus yang tidak hanya berkutat pada kegiatan akademis saja, namun juga membekali mahasiswa dan civitas akademika dengan sentuhan spiritual supaya prestasi yang didapatkan selalu mendapat ridho Allah.

Sementara itu ketua panitia Dr M Hadi Subhan SH MH CN menyampaikan bahwa Unair Bersholawat malam itu adalah rangkaian acara Dies Natalis ke-62 Universitas Airlangga dan terselenggara berkat kerjasama berbagai pihak.

Diadakannya Unair Bersholawat merupakan upaya untuk mengajarkan akhlakul karimah sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Dengan bersholawat maka diharapkan muncul rasa kecintaan kepada Sang Rosul dan kemauan untuk meneladaninya.

Unair bersholawat malam itu selain dihadiri oleh Prof Nasih Rektor Unair juga dihadiri mantan Rektor ITS, Prof M Nuh, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Dahlan Iskan.

Berikut beberapa sholawat yang dibawakan pada malam hari itu. Seluruh sholawatan dipimpin oleh Habib Syech dan diikuti dengan khidmad oleh para syecher mania.

Kemudian seluruh rangkaian acara Unair bersholawat malam itu ditutup dengan Mahallul Qiyaam. Seluruh hadirin langsung berdiri melantunkan sholawat-sholawat untuk memberikan penghormatan kepada Rosulullah.

Terus terang saya sangat terkesan dengan cara Unair memperingati Dies Natalis ke-62 ini. Saya sangat berharap semoga tahun depan acara seperti ini dapat diadakan lagi. Aamiin..

Leave a Reply