Abhimashura Ahmad Revandra

Alhamdulillah telah lahir PUTRA kedua kami pada hari Minggu, 25 Oktober 2015 Pukul 22.32 (Itsnain / Senin, 12 Muharram 1437 Hijriyah) di RS Putri Surabaya, secara normal dan lancar. Berat badannya 3,4kg dan panjangnya 50cm.

abhimashura-ahmad-revandra

ABHIMASHURA AHMAD REVANDRA. Demikianlah nama yang kami berikan kepadanya. Semoga ridho Allah selalu menyertai di setiap langkahnya. Aamiin..

Seperti proses kelahiran putra pertama, Abrisham Ahmad Rainadha, dulu, proses kelahiran anak kedua ini juga terbilang lancar. Pukul 20.30 berangkat ke RS, pukul 22.32 sudah lahir. Alhamdulillah…

Yang unik dari Mas Isham dan Dek Abhi, mereka berdua memiliki tanggal lahir berurutan. Mas Isham lahir tanggal 24 Oktober, sedangkan Dek Abhi lahir tanggal 25 Oktober. Keduanya lahir normal dan lancar. Selisih usia mereka 3 tahun.

Mendampingi Istri Saat Melahirkan

Ini adalah pengalaman kedua saya mendampingi istri saat melahirkan. 3 tahun lalu saya juga mendampingi proses kelahiran anak pertama. Meskipun sudah berpengalaman mendampingi, tetap saja saya merasa grogi dan kuatir. Maka selain memegangi istri saat terjadi kontraksi, saya juga terus melafalkan doa-doa di dalam hati.

Dulu saat anak pertama, begitu kepala bayi mulai terlihat, saya seperti mau pingsan. Kepala terasa melayang-layang. Persis ketika akan mengucapkan akad nikah dulu. Nah, yang kemarin ini, karena sudah berpengalaman, saya bisa lebih tenang. Ketika istri mengejan, saya ikut membantu dengan doa. Alhamdulillah hanya dalam 3 kali mengejan, istri saya berhasil mendorong bayinya keluar.

Tangisan kencang langsung terdengar. Oeeekk… oeeeekk… oeeeekkk… Alhamdulillah anak kami diberikan fisik yang lengkap sempurna. Semoga kelak akhlaknya juga sempurna, punya akhlak yang mulia.

Puas dengan Pelayanan RS Putri

Pelayanan RS Putri sangat memuaskan. Mereka melayani dengan cekatan, penuh perhatian dan selalu tersenyum. Mulai dari bagian resepsionis yang menyambut kedatangan kami, hingga para perawat (atau bidan ya?) yang mendampingi istri saya di ruang bersalin.

Kalau dokternya, dokter Poedjo Hartono, sudah tidak diragukan lagi. Beliau adalah dokter kandungan yang sabar, ramah dan murah senyum. Demikian juga dengan dokter Pungky Mulawardhana yang mendampingi istri saya saat melahirkan, juga sabar, ramah dan murah senyum. Beliau berdua memang tidak praktek tetap di RS Putri, tapi menyarankan istri saya melahirkan di RS Putri karena paling dekat dengan rumah kami.

Pelayanan di ruang bayi juga sangat baik. Sesaat setelah anak kami lahir dan telah menjalani proses inisiasi menyusui dini (IMD), bayi dibawa ke ruang bayi. Perawat menjelaskan dengan detail perawatan / tindakan apa saja yang akan dilakukan untuk si bayi, barulah saya diminta untuk menandatangani surat persetujuan. Perawat ruang bayi juga dengan sabar dan ramah mengantar baby yang waktunya disusui mamanya di ruang perawatan, dan membawanya kembali ke ruang bayi setelah selesai disusui.

Menurut istri saya, pelayanan di ruang perawatan inap juga baik. Setiap saat istri saya kangen si baby atau ingin menyusui, tinggal pencet tombol panggil, perawat datang dan istri saya menyampaikan maksudnya. Si perawat melayani dengan ramah dan senyum. Oia, sebenarnya bisa saja si baby dibawa ke kamar perawatan, istilahnya rooming in, perawatan satu kamar. Namun saya lebih setuju jika bayi dirawat di ruang bayi, berkumpul bersama bayi-bayi yang lain. Supaya mamanya bisa istirahat lebih nyenyak, memulihkan kondisi setelah melahirkan yang sangat menguras tenaga.

Pelayanan di ruang administrasi keuangan juga baik. Saat istri dan anak saya sudah diperbolehkan pulang, maka saya menyelesaikan urusan keuangan terlebih dahulu. Petugas menjelaskan dengan sabar dan rinci. Setelah saya setuju, barulah saya lakukan pembayaran. Mau bayar dengan uang cash bisa, dengan nggesek debit / credit card juga bisa.

Overall kami puas dengan pelayanan RS Putri. Buat yang ingin melahirkan di RS Putri bisa menghubungi melalui nomor yang sudah saya tulis di artikel tentang biaya melahirkan di Surabaya 2015.

Kecemburuan Si Kakak

Meskipun sudah tahu bakal punya adek, ternyata Mas Isham masih saja cemburu. Hari pertama adiknya pulang ke rumah, Mas Isham nangis terus semalaman. Mama tidak boleh gendong adik. Mama tidak boleh menyusui adik. Mas Isham pengen tidur dipeluk mama.

Saya segera menghubungi kawan-kawan SMA saya melalui grup, bagaimana mengatasi kecemburuan anak pertama ini. Kebetulan beberapa kawan lebih dulu memiliki anak lebih dari 1 sehingga mereka bisa berbagi pengalamannya.

Salah satu masukan berharga disampaikan oleh Rena dan Agus. Kawan SMA yang telah memiliki 3 anak dengan jarak yang berdekatan.

Om bud, share pengalamanku yo. Raja karo Raya bedo 1,5th. Pas raya lahir, Raja yo isih nenen. Dadi slama sebulan aq prnh ngalami neneni gantian. Lha nek pas adike nenen, cb pean alihno sebisa mkn, karo diwenehi pengartian alon2. Nek adike gak nenen, nnt nangis kelaperan, kasihan adik. Kn msh blm maem apa2,beda sama mas isham. Lha tp nek adike wes bobo, boboke kiro2 wes nyenyak ndang didekek, trs curahkan waktu pean karo mamanya sebanyak2nya. Dadi ms isham msh merasa beno duwe adik, tp papa mama ttp sayank. Kiro2 aq biyen ngono. Begitu Raya bobo,masio aq ngantuk kesel, lgsg Raja tak uyel2, tak sayang2. Mergo Raja ki malah drg iso ngomong, dadi aq malah mesake nek ndelok tatapane pas aq karo raya

Selain itu saya juga konsultasi via WA dengan psikolog yang biasa menangani anak kecil. Kurang lebih masukannya sama dengan yang disampaikan Rena dan Agus.

Kuncinya dilibatkan dan diperhatikan. Alhamdulillah lambat laun Mas Isham mulai jatuh cinta sama adiknya. Tapi kadang masih gak rela ketika mamanya pegang adik terus. Maklum baru seminggu, semoga makin lama makin pengertian.

Insya Allah cerita tentang kecemburuan si kakak ini akan saya tulis dalam artikel terpisah jika nanti kami sudah berhasil membuat si kakak merasa nyaman 100% dengan kehadiran adiknya. **

3 Comments

  1. galihsatria 04/11/2015
  2. pety puri 06/11/2015
  3. Fany 31/12/2015

Leave a Reply