Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak!

Apakah Uangmu Datang dan Pergi Begitu Saja?

Pernah gak kamu mendengar ungkapan jika uang itu didapatkan dengan mudah, maka habisnya-pun juga mudah. Jika kamu percaya ungkapan itu, apalagi sampai terjadi ke kamu, bisa dipastikan kamu belum tahu bagaimana cara mengelola keuangan dengan bijak!

Yang paling umum terjadi ketika mendapatkan uang, adalah menyimpannya di rekening tabungan bank. Lalu ketika jalan-jalan, uang di rekening itu diambil sedikit demi sedikit untuk memenuhi keinginan membeli sesuatu. Padahal sesuatu itu belum tentu dibutuhkan. Tanpa terasa, tiba-tiba uang itu habis! Padahal belum ada uang lain yang masuk ke rekening itu.

Ketika bulan depan dapat uang lagi, misalnya dari gaji. Maka yang terjadi adalah siklus seperti tadi. Disimpan di rekening, diambil sedikit demi sedikit, tiba-tiba habis. Begitu seterusnya.

Yakin Akan Terus Begitu?

Padahal kebutuhan hidup itu terus bertambah lho. Yang belum menikah harus mempersiapkan kebutuhan pernikahan. Setelah menikah perlu mempersiapkan uang untuk membeli rumah dan kendaraan. Setelah punya anak, maka perlu menyiapkan dana untuk pendidikan si anak kelak. Belum lagi misalnya berangkat haji ke tanah suci.

Apakah kamu yakin dengan gaya pengelolaan keuangan yang asal-asalan seperti tadi kamu bisa memenuhi semua kebutuhan dan keinginanmu?

Kelola dengan Bijak, Mulai Sekarang!

Bagaimana sih mengelola keuangan dengan bijak itu? Saya-pun baru mendapatkan ilmunya sebulan lalu ketika saya mengikuti acara Jumpa Blogger Sun Life yang diselenggarakan di Roca Resto, Artotel Hotel Surabaya.

Untuk memberi pencerahan kepada sekitar 100 blogger yang hadir, Sun Life Financial Indonesia menghadirkan Alviko Ibnugroho, seorang pakar pengelolaan keuangan dari Jakarta, supaya para peserta menjadi #LebihBaik dalam mengelola keuangan.

Alviko Ibnugroho Sun Life Financial Indonesia

Viko, demikian beliau biasa dipanggil, memaparkan 8 DOSA SIFAT MANUSIA DALAM MENGELOLA KEUANGAN, dan bagaimana memberi solusi atas dosa-dosa tadi.

DOSA 1: Terperangkap Mitos Masyarakat

Banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat yang pada akhirnya jika kita turut terperangkap mitos tersebut maka pengelolaan keuangan kita jadi buruk. Mitos-mitos tersebut diantaranya:

  1. Menjadi karyawan akan lebih meringankan hidup. Tiap bulan terima pasti terima gaji, berbeda dengan menjadi pengusaha yang pendapatannya tidak tentu.
  2. Manusia tidak peduli akan hal angka-angka, termasuk uang. Berbicara angka selalu dikaitkan dengan hal yang rumit dan sebaiknya dihindari.
  3. Lebih baik memikirkan karir, karya dan keuntungan, daripada memikirkan membangun kekayaan. Maka seringkali orang bekerja lebih keras lagi degan tujuan mendapatkan uang lebih banyak, padahal semakin tua kemampuan fisik semakin melemah dan akan mempengaruhi produktivitas
  4. Orang yang selalu berbicara tentang uang dianggap idealis dan kuno. Mungkin mereka berfikir uang bukanlah segala-galanya, tapi nyatanya kan segala-galanya butuh uang.
  5. Menjadi blogger / profesi khusus, itu hobi saja, bukan profesi yang menghasilkan kemapanan financial. Belum tahu dia, bahwa menjadi blogger itu bisa menghasilkan dollar yang banyak 🙂

Jika kamu ingin dapat mengelola keuangan dengan bijak, maka mitos-mitos tadi harus dipatahkan!

  1. Buang jauh-jauh mitos tadi.
  2. Buatlah diri Anda berbeda
  3. Bertindaklah dengan pemahaman financial yang baik

DOSA 2: Memilih Buta Financial

Mengapa sih kok kebanyakan masyarakat kita ini memilih untuk buta financial?

  1. Tidak punya waktu untuk belajar masalah keuangan
  2. Tidak tertarik pada masalah financial
  3. Memiliki anggapan bahwa “tidak banyak bicara” tentang uang akan lebih menarik dalam pergaulan / persahabatan / hubungan kerja.

Maka solusi untuk dosa ke-2 ini adalah:

  1. Luangkan waktu untuk membaca sesuatu tentang uang
  2. Berbicaralah tentang uang. Uanglah yang akan membawa perubahan dalam kehidupan kita. Jangan risih bicara uang!
  3. Gajilah diri Anda, khususnya yang berwirausaha, karena seringkali lupa menghitung dan menggaji diri sendiri di perusahaan sendiri

DOSA 3: Manusia cenderung berjuang demi bertahan hidup, bukan berjuang demi keinginan hidup.

Seringkali manusia ini bekerja keras untuk bertahan hidup saja. Misalnya bekerja keras di perusahaan orang lain demi mendapatkan gaji 5 juta per bulan. Setelah gajian, uang itu akan habis dengan segera untuk menutup kebutuhan hidup yang paling dasar.

Padahal selain kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan, manusia punya keinginan yang harus dipenuhi supaya mendapatkan kebahagiaan batin. Misalnya ingin rumah yang besar dan bagus di perumahan yang elit, ingin memakai pakaian yang bagus-bagus, ingin punya kendaraan yang bagus dan mewah, ingin menyekolahkan anak ke luar negeri, dan sebagainya.

Maka solusi atas dosa ke-3 ini adalah:

  1. Bayangkan hidup Anda sesuai dengan apa yang Anda inginkan, bukan sebagaimana adanya sekarang
  2. Berbicaralah dengan orang yang berani mengambil resiko demi mewujudkan impian mereka.
  3. Bertukar fikiran tentang visi Anda kepada orang yang dapat dipercaya

DOSA 4: Tidak Menetapkan Target Financial

Ini seperti ilustrasi di awal tadi, inginnya mengalir saja, tidak mau merencanakan apa-apa. Dapat uang, dibelanjakan, habis, kerja lagi, dapat uang lagi, dibelanjakan lagi, dan habis lagi. Begitu seterusnya.

Tidak mau membayangkan, apalagi merencakan, kebutuhan jangka panjang. Padahal masa depan itu sudah sangat dekat, dan tanpa target dan perencanaan yang matang, bisa-bisa kita gagal meraih masa depan yang lebih baik.

Maka solusi atas dosa ke-4 tadi tidak lain dan tidak bukan adalah membuat target financial dan mengatur strategi bagaimana mencapai target tersebut.

Misalnya membuat target memiliki 100 gram emas 10 bulan lagi, maka setiap bulan harus mulai mengumpulkan 10 gram secara rutin, maka tidak terasa nanti di bulan ke 10 kita sudah punya 100 gram emas. Namun jika tidak dibuat target dan direncanakan cara mencapainya, akan sangat berat jika tiba-tiba di bulan ke 10 nanti beli emas langsung 100 gram!

DOSA 5: Tidak memprioritaskan kemakmuran financial.

Seringkali uang yang masuk ingin lekas digunakan untuk membeli barang yang sebenarnya tidak begitu penting untuk dimiliki saat itu. Orang melupakan kemakmuran financial jangka panjang demi mendapatkan gengsi jangka pendek.

Misalnya selalu ingin membeli handphone tipe terbaru padahal handphone yang lama masih bagus. Padahal setelah beli handphone itu uangnya langsung habis.

Maka solusi atas dosa ke-5 tadi adalah:

  1. Jadwalkan waktu Anda untuk mengejar kekayaan
  2. Sadari cara Anda dalam menggunakan waktu
  3. Ijinkan diri Anda menjadi egois. Ada kalanya kita menuruti semua keinginan jangka pendek, namun untuk tujuan jangka panjang maka Anda boleh mengesampingkan godaan kanan kiri.

DOSA 6: Tidak menggunakan uang dengan bijaksana

Ada yang lucu dengan masyarakat kita. Ketika pengajuan kreditnya disetujui, atau mendapat kartu kredit baru, maka berucap Alhamdulillah. Lha dapat utang kok Alhamdulillah? Ini lucu.

Ada yang lebih lucu lagi, yaitu selalu tergoda untuk membeli barang DISKON 50% di suatu pusat perbelanjaan. Padahal setiap datang ke situ juga selalu diskon 50%. Kenapa tidak curiga, sebenarnya berapa sih harga sebenarnya dari barang tadi, kok selalu diskon 50%, apa tidak bangkrut penjualnya?

Maka solusi atas dosa ke-6 tadi adalah:

  1. Gunakan uang tunai. Jangan mudah tergoda untuk berbelanja dengan kartu kredit. Juga tidak perlu membawa ATM ke mana-mana. Kalau perlu, buang saja ATM itu supaya tidak mudah tergoda mengambil uang setiap saat. Selalu bawa uang tunai secukupnya
  2. Gunakan konsep MBA: Manajemen by Amplop, alias memasukkan alokasi uang ke dalam amplop-amplop. Amplop A isinya uang untuk beli kebutuhan dapur selama sebulan, Amplop B untuk beli BBM, Amplop C untuk bayar tagihan rumah (listrik, air, keamanan, kebersihan, dsb), dan seterusnya
  3. Buatlah daftar belanja, dan patuhilah. Jangan mudah tergoda untuk membeli barang yang tidak Anda tulis dalam daftar belanja.

DOSA 7: Tidak membuat anggaran.

Nah ini juga sangat umum. Kita malas membuat anggaran dengan alasan malas ribet. Berangkat saja ke toko, beli ini itu sepuasnya, dan tiba-tiba uang di tabungan habis dalam sekejap.

Membuat anggaran itu penting supaya hati lebih tenang dan pada akhirnya akan membentuk kemapanan. Manakala anggaran yang kita buat ternyata melampauai keuangan yang ada, maka cara terbaik adalah menambah sumber pendapatan, bukan mengutangi pos anggaran.

Maka solusi atas dosa ke-7 ini mulailah membuat anggaran secara terperinci.

  • Untuk tabungan / investasi berapa?
  • Untuk membayar cicilan-cicilan berapa?
  • Untuk kebutuhan rumah tangga berapa?
  • Untuk transportasi berapa?
  • Untuk kesehatan berapa?
  • Untuk sandang berapa?
  • Untuk utang konsumtif berapa?
  • Untuk kebutuhan lain-lain berapa?

DOSA 8: Tidak melakukan investasi.

Banyak yang berpandangan bahwa investasi itu haruslah besar. Ini pandangan yang salah dan harus dirubah. Investasi itu tidak harus menunggu jumlah yang besar.

Prinsip paling dasar dari menabung yang baik adalah:

  • Jumlahnya konsisten / tetap
  • Periodenya tetap, misalnya sebulan sekali atau seminggu sekali
  • Jangka waktunya lamaaaa (puluhan tahun, makin panjang makin bagus)
  • Tidak mudah diambil di tengah jalan

Yang tak kalah penting dalam menabung maupun investasi, adalah meningkatkan jumlah setoran rutin, bukan mempertimbangkan besarnya bunga yang akan didapatkan.

Yang paling penting, investasi itu sifatnya harus berkembang. Bukan hanya menyimpan kekayaan seperti menabung biasa. Artinya

Nah itu tadi uraian tentang 8 dosa kebanyakan dari kita dalam hal pengelolaan keuangan. Solusinya sudah ada, tinggal mengikuti saja, maka bisa dipastikan kita dapat mengelola keuangan dengan bijak untuk mencapai kesejahteraan finansial di masa depan.

Pelajaran Berharga

Setelah menghadiri Jumpa Blogger Sun Life tadi saya mendapatkan beberapa pelajaran yang sangat berharga dan bisa segera saya aplikasikan dalam mengelola keuangan dengan lebih bijak lagi, yaitu:

  1. Tidak menunda-nunda waktu untuk investasi. Untuk beli emas 1 kilogram tidak perlu menunggu punya uang 500 juta, tapi bisa dimulai dari beli emas 1 gram secara rutin setiap minggu misalnya. Beli emas 1 gram itu mudah, bilang saja ke toko emas, mau beli anting bayi. Kalau sudah terkumpul 100 set anting bayi, maka tukarkan dengan emas 100 gram dalam bentuk lain. Setelah terkumpul 10 buah emas masing-masing 100 gram, maka tukarkan dengan emas 1 kilogram! wow! Tidak terasa, tiba-tiba punya emas 1 kilogram!
  2. Nah, jika kesulitan dalam menyimpan emas, maka ada cara yang lebih praktis lagi, yaitu dengan menggandeng lembaga pengelolaan keuangan seperti Sun Life Financial Indonesia ini. Sun Life Financial ini bukan perusahaan kemarin sore lho, tapi sudah berdiri lebih dari 150 tahun di seluruh dunia dan beroperasi di Indonesia sejak tahun 1995. Sun Life Financial Indonesia memiliki beragam produk, mulai dari proteksi atau asuransi, simpanan dan investasi, riders (asuransi pelengkap bagi yang sudah memiliki asuransi dasar) dan bancassurance (asuransi yang dipasarkan melalui kerjasama dengan bank-bank). Yang menggembirakan, khususnya buat umat islam, juga tersedia produk Sun Life Financial Syariah.

Selamat mengelola keuangan dengan bijak, dan selamat berinvestasi!

17 Comments

  1. galihsatria 15/10/2015
    • budiono 15/10/2015
      • kentang 24/10/2015
  2. Shudai Ajlani 16/10/2015
    • budiono 18/10/2015
  3. isnuansa 16/10/2015
    • budiono 18/10/2015
  4. giewahyudi 16/10/2015
    • budiono 18/10/2015
      • giewahyudi 20/10/2015
  5. spekgame 17/10/2015
    • budiono 18/10/2015
  6. ndop 18/10/2015
    • budiono 18/10/2015
  7. Elip Harga 07/11/2015
  8. Motor Gaya 09/11/2015
  9. ruangshare 20/01/2016

Leave a Reply