Langkah Mudah Berinvestasi

Bicara investasi biasanya akan langsung terbayang duit gede yang dibelikan emas, tanah, rumah, atau saham. Yang duitnya masih sedikit biasanya belum berfikir untuk punya investasi. Boro-boro investasi, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja masih kurang kok. Hehe..

Minggu lalu bersama beberapa orang Blogger Surabaya saya diundang ke acara #InvesTalk oleh Manulife Aset Manajemen Indonesia untuk mendapatkan pencerahan seputar investasi. Acaranya di Rollaas Coffee & Tea Tunjungan Plaza 3. Dari sana saya dapat gambaran baru bahwa ternyata investasi itu tidak harus langsung besar.

reksa-dana-manulife-investalk-surabaya

Perlu difahami di awal bahwa investasi ini berbeda dengan tabungan berupa uang. Baik disimpan di bawah bantal maupun dimasukkan ke rekening. Tabungan tidak akan menambah jumlah uang, bahkan bisa berkurang jika tidak tahan godaan untuk mengambil, atau jika ditaruh rekening bisa habis digerogoti biaya ini itu. Sedangkan investasi ada unsur penambahan bahkan pelipatgandaan. Jika sekarang kita invest 10 juta, dan 10 tahun lagi menjadi 100 juta, maka itu bisa disebut investasi. Jika nilainya tetap 10 juta, ya bukan investasi :p

3 Langkah Investasi

Yang penting untuk diperhatikan dan didisiplinkan supaya kita bisa punya investasi adalah 3i: insyaf, irit, invest.

Insyaf artinya kita harus segera sadar bahwa kebutuhan hari tua itu ternyata besar. Maka untuk menghadapi masa pensiun itu kita harus mempersiapkan sejak dini. Makin awal makin baik. Semakin menunda, maka kerugian akan semakin nyata. Apalagi harga-harga barang terus mengalami kenaikan. Kemarin harga bensin masih 6500, eh hari ini sudah 8500. Inflasi terus bergerak, kurs rupiah semakin lemah, dan sebagainya

Irit artinya kita sudah harus mulai menghentikan pemborosan-pemborosan yang selama ini tanpa kita sadari telah menghabiskan duit kita. Yang biasanya makan di restoran fast food, kenapa gak coba makan di warung deket kantor? Yang biasanya berangkat kerja bawa mobil sendiri, kenapa gak coba naik angkutan umum? Yang biasanya minum kopi di cafe, kenapa gak coba bikin sendiri di rumah? Cara jitu untuk irit adalah menyisihkan terlebih dahulu nilai yang akan kita hemat, baru sisanya dibelanjakan untuk keperluan yang penting, bukan malah sebaliknya baru menabung jika ada sisa. Gak bakal bisa :p

Invest artinya dari kesadaran awal berupa insyaf tadi bahwa kita harus mempersiapkan pensiun sejak dini, kemudian melakukan pengiritan di beberapa titik yang mungkin, maka hasil pengiritan tadi kemudian kita investasikan. Pilihan investasi ada banyak. Yang terbaik tentunya memegang prinsip “do not put your egg in one basket”, jangan taruh semua telurmu di satu keranjang yang sama. Jika uangnya cukup buat membeli emas, maka belilah emas. Punya uang lagi cukup buat beli tanah, belilah tanah yang prospek ke depannya bagus. Ada uang lagi belikan saham lalu pantau pergerakannya setiap saat untuk kembali menjual atau membeli, atau sekedar berharap mendapatkan deviden di akhir periode.

Reksa Dana, Pilihan Investasi Menarik

Salah satu pilihan investasi yang sudah diungkapkan sebelumnya adalah dengan membeli saham. Baik untuk kita jual belikan kembali melihat pergerakan harganya, maupun sekedar berharap devidennya. Satu investor biasanya tidak hanya memiliki saham dari satu perusahaan, namun membeli saham beberapa perusahaan sekaligus. Tapi punya saham dari beberapa perusahaan sekaligus ini juga butuh investasi yang banyak, waktu yang luang dan pikiran yang harus bisa dibagi untuk memantau terus pergerakan sahamnya.

reksa-dana-manulife

Ada pilihan investasi bagi yang ingin punya saham dari beberapa perusahaan, tapi dana yang tersedia tidak begitu besar dan waktunya bisa fleksibel. Istilahnya pengen investasi tapi tidak mau pusing. Solusinya adalah Reksa Dana. Jika membeli saham tadi diibaratkan membeli buah, maka membeli Reksa Dana ibarat membeli rujak. Dalam satu porsi kita sudah mendapatkan aneka macam buah, kemudian tingkat kepedasan bumbunya bisa minta ke penjualnya.  Buah mana yang mau diperbanyak, dan buah mana yang tidak suka terlalu banyak, juga bisa direquest ke penjualnya.

Kelebihan Reksa Dana jika dibandingkan dengan membeli saham secara langsung setidaknya ada 4, yaitu: terjangkau (gak harus membeli beberapa lot saham sekaligus), mudah (karena dibantu Manajer Investasi), bebas pajak (saham dikenakan pajak lho) dan pengelolaan aman (pada dasarnya kita invest lansung ke perusahaan, sedangkan Manajer Investasi hanya sebagai pengelola saja. Ketika Manajer Investasi tutup maka Reksa Dana kita masih tetap aman karena dijamin pemerintah).

Nah, dalam Reksa Dana, penjual buah tadi bisa disamakan dengan Manajer Investasi. Orang yang akan mengatur komposisi saham apa saja yang ingin kita punyai sesuai dengan profil atau selera risiko (risk appetite) kita. Nah, salah satu Manajer Investasi yang punya reputasi bagus di Indonesia, bahkan di seluruh dunia, adalah Reksa Dana Manulife.

Untuk berinvestasi di Reksa Dana Manulife ternyata bisa dimulai dari angka ratusan ribu rupiah saja. Tidak harus jutaaan. Jika punya duit lagi bisa ditambah lagi. Saya sendiri kurang begitu faham mengenai prosedur berinvestasi di Reksa Dana Manulife karena waktu yang tersedia waktu itu cukup terbatas. Namun dalam waktu dekat saya berencana menghubungi marketing Reksa Dana Manulife untuk memberikan penjelasan lebih detail, sekaligus saya akan mulai invest melalui Reksa Dana Manulife untuk menambah portofolio investasi saya selain di emas dan tanah 🙂

 

4 Comments

  1. galihsatria 20/11/2014
  2. isnuansa 20/11/2014
  3. ndop 25/11/2014
  4. Jauhari 29/11/2014

Leave a Reply