Pembayaran PPN ke Bank Persepsi

Jika kamu sudah dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) -baik karena sudah memenuhi persyaratan maupun atas permohonan sendiri- maka kamu berhak memungut PPN (Pajak Pertambahan Nilai) yang besarnya 10% dari harga barang/jasa kena pajak.

Nomor Seri Faktur Pajak 2013

PPN dipungut melalui FAKTUR PAJAK yang mana mulai April 2013 sudah diterapkan  ketentuan baru mengenai penomoran faktur pajak. Nomor seri faktur pajak tidak lagi bisa diterbitkan sendiri, melainkan dikeluarkan oleh kantor pajak. Kita bisa meminta NOMOR SERI FAKTUR PAJAK setelah mendapatkan KODE AKTIVASI yang dikirim melalui POS dan PASSWORD yang dikirim melalui EMAIL. Kode aktivasi dan password bisa diminta di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) tempat kamu dikukuhkan sebagai PKP.

PPN yang sudah dipungut tersebut kemudian disetorkan ke rekening pemerintah melalui Bank Persepsi. Yang dimaksud Bank Persepsi adalah bank atau lembaga lain yang menjadi perantara penerimaan negara dari pajak, misalnya Bank Mandiri, BNI, BRI, atau Kantor Pos.

Kapan PPN dipungut?

PPN dipungut dari pembeli barang/jasa kena pajak ketika terjadi penyerahan barang/jasa kena pajak, atau belum terjadi penyerahan barang/jasa namun sudah ada pembayaran. Maka saat itu juga PKP mengeluarkan FAKTUR PAJAK dan pembeli membayar PPN tersebut kepada penjual. Misal harga barang/jasa yang dibeli 10 juta, maka PPN yang harus dibayarkan adalah 10% dari 10 juta, yaitu 1 juta. Sehingga pembeli mengeluarkan uang sejumlah 10 juta ditambah 1 juta sama dengan 11 juta.

Kapan PPN disetorkan?

Ada banyak pertanyaan dari kawan-kawan yang baru saja dikukuhkan menjadi PKP: Kapan penyetoran PPN ke Bank Persepsi tersebut dilakukan?

Untuk memberikan jawaban yang pasti, saya menghubungi Kring Pajak 500200 mendapat penjelasan bahwa PPN yang sebelumnya dipungut oleh PKP dari pembeli harus disetorkan ke Bank Persepsi sebelum pelaporan SPT (Surat Pemberi-Tahuan) bulan/masa tersebut ke KPP.

Nah, batas akhir penyampaian SPT masa adalah akhir bulan berikutnya. Misalnya kita memungut PPN pada bulan Nopember, maka batas akhir pelaporannya adalah tanggal 31 Desember. Dan pada tanggal 31 Desember itu pulalah batas akhir penyetoran PPN yang telah kita pungut dengan catatan SPT nya belum disampaikan.

Semoga cukup jelas ya, Rek! dan tolong dibetulkan jika informasi yang saya sampaikan ini ada yang tidak benar. Suwun

5 Comments

  1. kasmini 15/11/2013
  2. Anton 16/11/2013
  3. Hanif Mahaldi 17/11/2013
  4. Yos Beda 18/11/2013
  5. Jauhari 18/11/2013

Leave a Reply