Marhaban Ya Romadhon

Hari ini umat Islam di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa wajib sebulan penuh di bulan Romadhon. Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan penuh keutamaan ini.

Adapun jika ada yang memulai puasa sehari lebih awal, silakan saja, tidak ada masalah. Toh mereka mengikuti apa yang diyakini itu benar. Yang puasa lebih awal dan puasa hari ini tidak perlu gontok-gontokan, apalagi saling ngenyek para penganut metode yang berbeda.

“Ini jaman modern. Kapan terjadinya gerhana saja bisa diketahui. Negara lain sudah bisa mendaratkan astronot ke bulan. Tapi kita masih sibuk mencari bulan?!”, begitu sindir sebagian orang.

“Muhammad kan mengajarkan puasalah setelah melihat hilal, kalau gak kelihatan genapkan Sya’ban 30 hari, bukan malah dihitung-hitung begitu. Padahal kalian kan suka nuduh kami bid’ah. Nah sekarang kemakan omongan sendiri!”, sindir yang lain membalas sindiran pertama.

Sindiran-sindiran seperti itu sudah umum ditemui di artikel atau berita yang membahas rukyah dan hisab. Menunjukkan betapa perbedaan dalam hal ini bukanlah rahmah karena memicu kebencian umat.

Maka menurut saya pemerintah harus bisa meramu metode baru yang akomodatif. Insya Allah kalo niatnya baik pasti ada jalan keluar yang baik dan bisa diterima semua pihak. 

Yang penting hari ini kan sudah sama-sama puasa, ya khan?! Nah, selamat menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah serta perbuatan-perbuatan baik selama Romadhon ini, berlanjut ke bulan-bulan lain setelah Romadhon.

Mohon maaf. Terimakasih 🙂

 

17 Comments

  1. Sriyono Semarang 10/07/2013
    • budiono 13/07/2013
  2. efahmi 10/07/2013
    • budiono 13/07/2013
  3. ndop 10/07/2013
    • budiono 13/07/2013
  4. Yos Beda 11/07/2013
    • budiono 13/07/2013
  5. galihsatria 12/07/2013
    • budiono 13/07/2013
  6. Zippy 15/07/2013
    • budiono 19/07/2013
  7. semob 18/07/2013
  8. Lombok 21/07/2013
  9. Putrie Jrs 22/07/2013
  10. riris 22/07/2013

Leave a Reply