E-KTP Susulan di Royal Plaza Surabaya

Sekedar mengingatkan bagi warga Surabaya yang belum bikin E-KTP, ayo buruan bikin. Mungkin dulu pada saat ada panggilan E-KTP di kecamatan pada sibuk kerja sampai gak bisa datang, atau baru saja bikin KTP Surabaya seperti saya dan istri?

Datang aja ke KTP Smart Office yang ada di Royal Plaza untuk melakukan perekaman data E-KTP susulan. Syaratnya cukup nunjukin KTP Surabaya yang masih berlaku.

Gratis kok. Tapi E-KTP nya tidak bisa langsung jadi. Ngambilnya tetap di kecamatan masing-masing setelah mendapat surat panggilan. Saya sudah coba tanya ke petugasnya, biasanya butuh waktu berapa lama, dia jawab: “tidak tahu, Bapak tunggu aja panggilan dari kecamatan”

KTP Smart Office ini buka mulai jam 10 pagi sampe jam 6 sore. Lokasinya berdekatan dengan Samsat Corner dan Kantor Pelayanan Perijinan Disperindag Surabaya. Lokasi persisnya bisa ditanyakan ke petugas informasi Royal Plaza.

Juga Melayani Akta Kelahiran

Selain melayani E-KTP, KTP Smart Office juga melayani pembuatan Akta Kelahiran. Tapi pembuatan Akta Kelahiran ini hanya dilayani pada hari Sabtu dan Minggu. Sedangkan pada hari Senin sampe Jumat pengurusan Akta Kelahiran hanya bisa dilakukan di Kantor Dispendukcapil Surabaya yang lokasinya persis di belakang Samsat Manyar Kertoarjo.

Proses Pindah KTP ke Surabaya

Sekalian deh, cerita tentang kepindahan KTP saya dari Ponorogo dan istri dari Kota Pasuruan, ke Surabaya.

Jadi setelah beli rumah di Surabaya, saya dan istri sepakat untuk pindah KTP ke Surabaya. Tujuannya untuk memudahkan administrasi, karena orangnya kan tinggal di Surabaya, masa KTP nya masih Pasuruan dan Ponorogo? Apalagi istri saya berencana akan melahirkan di Surabaya. Maka supaya anak kami nanti mudah bikin Akta Kelahiran Surabaya, sekarang disiapkan, ortunya bikin Kartu Keluarga (KK)  dan KTP Surabaya dulu.

Singkatnya, seperti inilah tahapan pindah KTP itu:

  1. Cabut dokumen kependudukan di Dispendukcapil kota asal.
  2. ‘Melamar’ untuk menjadi warga di kota tujuan melalui kantor Dispendukcapil kota tujuan itu.

Cabut Dokumen di Kota Asal

Secara umum prosedur cabut dokumen antara Kota Pasuruan dan Ponorogo sama saja. Prosesnya mulai dari Kantor Kelurahan, ke Kantor Kecamatan hingga ke Dispendukcapil. Dokumen yang harus disiapkan terlebih dulu: Asli dan fotokopi KK dan KTP, pas foto 4 x 6 dan 3 x 4 siapkan yang banyak, juga uang secukupnya.

Pertama-tama datangi kantor kelurahan. Utarakan maksud untuk pindah domisili. Kelurahan akan memberikan pengantar ke Kecamatan. Di Kecamatan diberi pengantar untuk bikin SKCK di Polsek/Polres setempat. Lalu SKCK itu difotokopi dan diserahkan ke Kecamatan lagi, sebagian disimpan Kecamatan sebagai arsip, sisanya dijadikan satu dengan dokumen yang lain untuk diserahkan ke Dispendukcapil.

Setelah urusan di Kecamatan beres, selanjutnya adalah ke Dispendukcapil untuk mencabut status kependudukan. Dispendukcapil akan memberikan 3 bendel surat pengantar untuk mendaftarkan diri di Kelurahan, Kecamatan dan Dispendukcapil kota tujuan.

Mendaftar Sebagai Warga Surabaya

Di Surabaya, pertama-tama yang didatangi adalah kantor Kelurahan. Kebetulan rumah kami berada di wilayah Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kotamadya Surabaya.

Di Kelurahan Keputih saya serahkan dokumen kepindahan kami. Kemudian saya disodori formulir KK dan KTP yang harus diisi dan difotokopi. Juga formulir Surat Jaminan Pekerjaan dan Surat Jaminan Tempat Tinggal. Ternyata ada 2 dokumen yang kurang: surat pengantar dari RT/RW dan fotokopi Buku Nikah yang sudah dilegalisir.

Pengantar dari RT/RW dengan mudah saya dapatkan, sekaligus meminta tandatangan pada Surat Jaminan Tempat Tinggal. Yang bikin lama justru legalisir fotokopi surat nikah. “Masa iya harus balik ke Pasuruan untuk minta legalisir ke KUA?” Begitu tanya saya dalam hati.

Ternyata, menurut info petugas Kelurahan Keputih, legalisir bisa dilakukan di kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya di Jl.Arjuno itu. Oke, saat itu juga, sekitar jam 10 pagi, saya langsung meluncur ke PN Surabaya. Jaraknya cukup jauh dari Keputih melalui jalur macet. Sampai di lokasi antrian legalisir sudah panjang dan petugas yang berwenang melegalisir sedang rapat, katanya sampe jam 2 siang.

Sekitar jam 2 siang legalisir fotokopian Buku Nikah sudah beres. Langsung saya bawa ke Kelurahan Keputih. Petugas Kelurahan kemudian membendel dokumen-dokumen yang akan saya bawa ke Kecamatan dan Dispendukcapil. Saya sangat beruntung karena petugas Kelurahan Keputih sangat cekatan dan berjiwa melayani.

Proses selanjutnya di Kecamatan Sukolilo. Dari sana saya diberi pengantar buat ke Dispendukcapil Surabaya.

Nah, di Dispendukcapil ini ternyata tidak bisa langsung jadi. Ini karena gedung Dispendukcapil sedang direnovasi, dan antrian pemohon yang sangat banyak. Saya diminta kembali seminggu kemudian.

Ketika mengantri di Dispendukcapil saya baru tahu ternyata tidak semua petugas kelurahan mau membantu penyiapan dokumen kepindahan ini dengan baik. Buktinya ada bapak-bapak sekitar 50 tahun pindahan dari Jember mau masuk ke Surabaya Barat yang ditolak Dispendukcapil karena ada dokumen yang kurang.

Oke, seminggu berlalu. Saya ambil dokumen di Unit Pelayanan Teknis Satu Atap (UPTSA), lokasinya di Raya Menur sebelum perempatan Manyar Kertoarjo – Kertajaya.  Untuk pengambilan, saya tunjukkan tanda terima yang diberikan sewaktu penyerahan dokumen. Dokumen dari Dispendukcapil ini intinya menyatakan bahwa berdasar data-data yang ada maka kami diterima sebagai warga Surabaya.

Dokumen itu kemudian digabungkan dengan formulir KK yang sebelumnya sudah saya isi secara lengkap, digunakan untuk membuat KK di kantor Kecamatan Sukolilo. Menurut ketentuan, bikin KK perlu waktu 15 hari kerja. Tapi untungnya saya dilayani lebih cepat, seminggu lebih sedikit sudah jadi.

Proses terakhir setelah KK jadi adalah bikin KTP. Tempatnya juga di Kantor Kecamatan Sukolilo. Kali ini saya datang bersama istri. Kami datang sekitar jam 1 siang sehabis Jumatan, antri sebentar kemudian dipanggil masuk ruang pegambilan foto, sidik jari dan tanda tangan. 30 menit kemudian KTP sudah jadi! Cepet banget!

Terimakasih untuk petugas Kelurahan Keputih (lupa namanya, jilbaban, kalau gak salah Mbak Uut), petugas Kecamatan Sukolilo dan petugas Dispendukcapil, atas pelayanan yang cepat, baik dan GRATIS!

Akhirnya kami SAH menjadi warga Surabaya! 🙂

17 Comments

  1. galihsatria 19/10/2012
    • budiono 20/10/2012
  2. giewahyudi 19/10/2012
    • budiono 20/10/2012
  3. risdania 19/10/2012
    • budiono 20/10/2012
      • risdania 20/10/2012
      • budiono 22/10/2012
  4. oborooodagiri 20/10/2012
    • budiono 22/10/2012
  5. ndop 21/10/2012
    • budiono 22/10/2012
  6. dafhy 23/10/2012
    • budiono 23/10/2012
      • sandy 30/10/2012
      • budiono 31/10/2012
  7. ebiet 20/01/2014

Leave a Reply