Connecting Classrooms Facilitator Meeting

Masa liburan semester ini saya tutup dengan kunjungan ke Jakarta lagi. Kali ini untuk menghadiri facilitator meeting untuk program Connecting Classrooms dan Climate for Classrooms yang diselenggarakan oleh British Council Indonesia.

Garuda Indonesia GA309 membawa saya dari Juanda (SUB) ke Soekarno-Hatta (CGK). Saya sudah tiba di Juanda pukul 07.30 karena kapok kapan hari hampir ketinggalan pesawat. Setibanya di sana langsung check-in dan naik ke ruang tunggu.

Sesuai jadwal, pesawat berangkat tepat waktu pukul 09.00. Awak kabin mengumumkan bahwa pesawat akan mendarat di Jakarta pada pukul 10.05. Cuaca begitu cerah, pesawat terbang mulus tanpa goncangan meskipun kecil.

Seperti biasa di dalam pesawat semua penumpang diberi snack dan minuman, tak terkecuali hari ini. Beberapa penumpang saya lihat menolak tawaran minuman. Mereka berpuasa, termasuk saya.

Untuk mengalihkan perhatian dari jus jeruk yang segar itu saya memutar film Indonesia tentang kisah pemuda Jogja yang ingin menjadi pemusik handal. Entah judulnya apa kok saya lupa, sepertinya “Selebritis Jogja”, atau apa gitu.

Terlambat mendarat gara-gara radar bandara rusak!

Tiba-tiba layar LCD di depan saya mati. Oh artinya beberapa menit lagi pesawat akan mendarat. Tiba-tiba ada pengumuman bahwa pesawat akan berputar-putar dulu selama setidaknya 15 menit lagi karena sistem radar di Cengkareng sedang rusak sehingga harus menunggu giliran mendarat secara manual.

Tepat pukul 10.30 pesawat mendarat dengan mulus. Saya langsung update status facebook sambil bergegas menuju toilet bandara. Perut saya memang mulas sejak di dalam pesawat. Mungkin efek habis makan bebek mercon kemarin malam.

Dari bandara saya kemudian menuju Hotel Grand Flora di kawasan Kemang, tempat saya menginap sekaligus tempat meeting. Tarif taksi Blue Bird dari bandara sampai ke hotel ini 120, belum termasuk biaya tol 11,5. Saya langsung check-in, lepas baju dan kembali ke toilet sambil membawa hape. Lumayan, sambil duduk di toilet sambil buka facebook 😀

Dimuat Detik Surabaya

Budi Sugiharto dari Detik Surabaya mengirimkan pesan melalui facebook saya menanyakan kisah ketika pesawat putar-putar sebelum mendarat tadi. Rupanya Uglu, begitu dia biasa disapa, membaca status facebook saya dan tertarik menjadikannya berita.

Dan ternyata benar, beritanya tayang di Detik Surabaya: Radar Bandara Mati, Pesawat Icha Putar-putar di Angkasa Sejam, Budi 15 Menit.

Waw, itu kan Citizen Journalism, dimana saya update status lewat facebook lalu dijadikan sumber berita di situs berita resmi!

Bertemu para Climate Champion lintas angkatan

Yang istimewa dari facilitator meeting ini ternyata British Council juga mengundang para climate champion dari berbagai angkatan. Sebut saja Goris dari Garut dan Grace anak HI Unair. Ada beberapa lagi yang lain, masih belum ingat namanya. :d

Sementara itu climate champion angkatan 2010 ada saya, lalu Avip dari Bandung, Nina dari Bogor dan Fauzi dari Medan.

Begitu bertemu, para angkatan tua menceritakan pengalaman masing-masing ketika dikirim ke luar negeri. Dalam waktu sesingkat-singkatnya saya sudah bisa membaur dengan mereka. Dan baru saja kami menyantap menu buka puasa sambil tiada henti-hentinya ngakak bersama. Wahaha..

Oke, meeting ini masih akan berlangsung hingga besok sore. Selesai meeting harus cepat-cepat ke bandara lagi mengejar pesawat jam 7 malam.

Oia, mestinya besok Senin ini adalah kuliah semester baru hari pertama :mrgreen:

12 Comments

  1. aRuL 29/08/2010
  2. galihsatria 31/08/2010
  3. b43r 31/08/2010
  4. resto 31/08/2010
  5. Anas 31/08/2010
  6. ndop 05/09/2010
  7. ndop 05/09/2010
    • budiono 29/04/2017
  8. alief 06/09/2010
  9. Yuni 07/09/2010
  10. Nurulrahma 26/04/2017
    • budiono 29/04/2017

Leave a Reply