Ramai-ramai Tolak RPM Konten!

Wawancara dengan JJFM Surabaya

Baru saja saya dihubungi radio JJFM untuk dimintai pendapat tentang RPM Konten Multimedia. Topik ini memang sedang menjadi perbincangan di berbagai media karena menuai banyak kontroversi. Uji Publik dari RPM konten itu sendiri akan berakhir besok Jumat 19 Februari 2010, namun berbagai kalangan sudah secara tegas menyatakan penolakan.

Kawan-kawan di Jakarta sudah menyuarakan penolakan secara terbuka melalui konferensi pers. Yang di Surabaya, Mbah Sangkil dan beberapa teman komunitas internet yang lain kemarin juga sudah diundang untuk teleconference dengan Menkominfo dan menyuarakan hal yang sama, yaitu: TOLAK RPM KONTEN.

Pendapat yang saya sampaikan dalam wawancara by phone selama sekitar 20 menit tersebut adalah pendapat pribadi, meskipun title yang disebutkan oleh penyiar adalah kapasitas saya sebagai Editor TPC dan Peneliti KISI. Tidak berbeda dengan pendapat kawan-kawan saya, secara tegas saya juga menyatakan MENOLAK lahirnya Peraturan Menteri yang terkesan ingin memberangus konten lokal Indonesia tersebut.

Dasar Penolakan

Penolakan saya bukan tidak berdasar. Saya telah mempelajari secara detail isi dari RPM Konten tersebut dan memang terdapat beberapa hal yang saling bertentangan dan kurang jelas. Istilahnya banyak ‘pasal karet’ yang bisa ditarik ke mana saja sesuai dengan kepentingan. Misalnya tentang definisi penyelenggara dan pengguna yang melebar ke mana-mana.

Ini adalah era web 2.0 dimana konten dari website tidak hanya diterbitkan oleh pemilik website, tetapi juga melibatkan pembaca. Istilahnya user-generated content. Contohnya adalah blog yang menyediakan kolom komentar, kemudian situs forum diskusi online yang hampir semua isinya merupakan sumbangan dari member, dan sebagainya. Apa jadinya jika pemilik situs diminta bertanggungjawab atas apa saja yang tampil di website mereka?

Hal yang lucu adalah tentang akan dibentuknya Tim Konten Multimedia berjumlah maksimal 30 orang. Komposisinya 50% pemerintah, 50% pakar atau profesional. Fungsinya adalah sebagai pengawas dan tempat untuk mengadukan adanya pelanggaran konten. Hahahaha… bagaimana mungkin 30 orang bisa mengawasi konten internet yang jumlahnya tak terhitung itu?

Belum lagi masalah cakupan hukum dari RPM Konten ini. Internet itu kan sesuatu yang lintas-negara. Sebuah website berbahasa Indonesia belum tentu diletakkan (hosting) di Indonesia, belum tentu juga ditulis oleh orang Indonesia yang sedang berada di wilayah hukum Indonesia. Kalau penulisnya orang Indonesia belum tentu hostingnya juga di Indonesia. Maka akan memakan banyak energi (=mustahil) jika benar-benar diterapkan.

Optimalkan Peran Komunitas

Jika tujuannya memang benar untuk melindungi masyarakat dari konten negatif maka sebenarnya akan jauh lebih efektif dan efisien jika pemerintah menggandeng komunitas-komunitas online yang ada. Gandeng mereka yang concern melakukan kampanye tentang penggunaan internet secara sehat dan bermanfaat. Sebut saja ICT Watch di Jakarta dan KISI di Surabaya, juga komunitas-komunitas blogger yang banyak bertebaran di mana-mana.

Berikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan internet secara baik. Gunakan pendekatan sosial, bukan hukum. Karena masyarakat kita ini sudah muak dengan banyaknya aturan tentang segala macam. Belum reda kontroversi tentang UU ITE, kok ditambahi lagi dengan Permen Konten Multimedia.

Dari segi biaya tentu saja akan jauh lebih murah jika menggandeng komunitas-komunitas tersebut. Buat apa menghamburkan anggaran untuk membentuk Tim Konten Multimedia yang sudah pasti tidak akan bisa jalan?

Maka tidak ada kata lain selain MENOLAK RPM KONTEN tersebut, jangan sampai benar-benar menjadi Permen Konten!

35 Comments

  1. kacrut 18/02/2010
  2. mbah sangkil 18/02/2010
  3. mas stein 18/02/2010
  4. febriyanto 18/02/2010
  5. bukan detikcom 18/02/2010
  6. annosmile 18/02/2010
  7. aRuL 18/02/2010
  8. ofaragilboy 18/02/2010
  9. sawali tuhusetya 18/02/2010
  10. Jidat 19/02/2010
  11. suryaden 19/02/2010
  12. isnuansa 19/02/2010
  13. escoret 19/02/2010
  14. sauskecap 19/02/2010
  15. Reza Fauzi 20/02/2010
  16. soewoeng 20/02/2010
  17. helmy 21/02/2010
  18. andry sianipar 21/02/2010
  19. Anas 21/02/2010
  20. SemutGeni.Net 21/02/2010
  21. @ndreas 22/02/2010
  22. ndop 22/02/2010
  23. budiono 22/02/2010
  24. dhodie 22/02/2010
  25. Arif 22/02/2010
  26. evelynpy 22/02/2010
  27. unting 23/02/2010
  28. afwan auliyar 23/02/2010
  29. oglek 23/02/2010
  30. yuni 24/02/2010
  31. suryacx 24/02/2010
  32. Pekanbaru Riau 25/02/2010
  33. Asop 01/03/2010