Food Philosophy Trip Surabaya

Food Philosophy Trip. Sering ada yang bertanya melalui kolom komentar di YouTube ketika saya mengunggah video makan-makan. “Banyak makan makanan full kolesterol apa gak takut kolesterolnya tinggi?” Terus terang sebelumnya saya agak kuatir mengenai kolesterol dan gula darah. Istri sering mengingatkan supaya saya mengurangi karbo dan mengerem makan makanan yang berkolesterol karena berat badan saya terus bertambah.

Kekhawatiran saya tentang kolesterol dan gula darah akhirnya terjawab sudah saat dilakukan pengecekan sebelum #FoodPhilosophy Trip. Dengan alat uji digital, kolesterol saya 146 dan gula darah saya 54. Aman karena cukup jauh dari ambang batas!

Tentang Food Philosophy Trip

Food Philosophy Trip adalah acara jalan-jalan dan makan-makan para blogger, khususnya yang doyan makan. Ya, harus doyan makan karena kami akan mendatangi beberapa tempat wisata dan menikmati aneka kuliner nusantara yang lezat-lezat. Untuk Food Philosophy Trip Surabaya, spot kuliner yang akan dikunjungi yaitu Soto Madura Tapak Siring, Sate Klopo Ondomohen, Bebek Sinjay di Bangkalan Madura, Es Krim Zangrandi, Pipe & Barrel dan ditutup santap malam di Terminal Seafood.

Sebulan sebelum acara, setelah melihat channel YouTube saya yang sering mengunggah video wisata kuliner, panitia dari Jakarta menghubungi saya dan menawarkan sebuah acara makan-makan bersama blogger. Tentu saja saya langsung mengiyakan. Panitia meminta saya mengajak serta 10 orang blogger Surabaya dan sekitarnya. Ternyata 10 orang dirasa masih kurang, maka 10 orang blogger tadi masing-masing dipersilakan mengajak 1 orang teman sesama blogger. Makin banyak peserta tentu makin seru!

Ini dia nama-nama blogger yang saya undang untuk mengikuti Food Philosophy Trip di Surabaya:

  1. Budiono alias saya sendiri
  2. Nicodenus Yusenda alias Cak Nico. Founder grup Surabaya Kuliner
  3. Sylvia Natalia alias Ning Sylvi. Co-founder grup Surabaya Kuliner
  4. Yuka Yudhamurti. Admin grup Surabaya Kuliner
  5. Cak Tatax. Admin grup Surabaya Kuliner
  6. Indharta Harviansyah alias Cak Avy
  7. Akhmad Zamroni
  8. Silviana Noerita. Ini blogger Kediri yang aktif banget jalan-jalan
  9. Lukman Aldiansyah
  10. Lisa Maulida Rahmawati alias Limaura
  11. Avy Chujniyah alias Mbak Avy
  12. Inayati Nur alias Aya alias Cewealpukat
  13. Ahmad Sayadi alias #savesayadi
  14. Mas Echo
  15. Eka Mulya Agustina. Sempat mengira dia blogger Madura, ternyata tetangga sendiri 🙂
  16. Yuniari Nukti
  17. Intan Sukma
  18. Maulidia
  19. Vivi Luthfiana
  20. Entas Suliana.

Selain 20 nama tadi, juga ada beberapa peserta lain, diantaranya:

  1. Mullie Marlina pemilik Fun Food Diary.
  2. Chef Ken beserta istri, pemilik Pipe and Barrel
  3. dr. Fanny Imannuddin. Beliau adalah owner dari Puraforma Klinik Surabaya.
  4. Tim dari hemaviton Cardio.

Selain di Surabaya, Food Philosophy Trip juga digelar di kota-kota lain di seluruh Indonesia. Dari nama acaranya, saya dapat menduga bahwa inti dari acara Food Philosophy Trip adalah perjalanan untuk mendapatkan filosofi dari sebuah makanan. Untuk mendapatkan filosofi dari sesuatu, dalam hal ini makanan, maka kita harus menikmatinya. Dan salah satu cara menikmati makanan adalah makan tanpa ada rasa takut akan hal apapun, termasuk kolesterol!

Mengapa tidak perlu takut kolesterol? Karena kami sudah dibekali dengan hemaviton Cardio. Kandungan phytosterol dalam hemaviton Cardio dapat menghambat penyerapan kolesterol jahat ke dalam tubuh. Selain itu, hemaviton Cardio juga mengandung berbagai macam vitamin dan mineral yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, hemaviton Cardio dapat diminum saat atau setelah makan.

Let’s Go! Ini Dia Rute Food Philosophy Trip Surabaya

Secara singkat, inilah rute perjalanan beserta keseruan Food Philosophy Trip Surabaya yang dilaksanakan Sabtu 8 April 2017 lalu.

#1. Pukul 07.00 seluruh peserta diminta berkumpul di Hotel Swiss-Bellin Manyar Kertoarjo. Sebelum berangkat mengikuti trip seharian, setiap peserta mengisi daftar hadir, mendapat pembagian goodie bag dan mengikuti test kolesterol dan gula darah. Alhamdulillaah dari 20 peserta yang saya ajak, hanya ada 1 yang gagal ikut karena rumahnya jauh sedangkan dia baru bangun ketika waktu mendekati waktu keberangkatan.

#2. Pukul 08.00 kami memulai perjalanan. Seluruh peserta naik ke sebuah bus yang telah disiapkan panitia lalu kami meluncur ke Soto Daging Tapak Siring di Jl.Dharmahusada. Soto daging adalah soto yang dibuat dari daging sapi dengan kuah yang cenderung bening.  Yang khas dari Soto Daging Tapak Siring ini adalah penyajian nasinya yang sudah dibungkus dengan daun pisang dan ditaruh di atas meja sebelum pembeli datang.

soto daging tapak siring

Ukuran bungkusannya tidak terlalu besar namun cukup mengenyangkan jika dimakan bersama seporsi soto. Ketika dibuka dari bungkus daunnya, aroma wangi nan segar akan langsung menyeruak dari nasinya. Menambah citarasa! Di tujuan pertama ini, meskipun saya belum sarapan dari rumah, saya sengaja tidak makan dengan nasi karena masih ada banyak detinasi lagi yang akan kami kunjungi. Saya cukup memesan soto daging campur jerohan. Saya minta dikasih babat, usus dan hati sapi! Wooowww rasanya menggelinjang di lidah!

Setelah selesai menyantap soto daging, ketika mau kembali ke bus, saya melihat penjualnya sedang menuangkan kuah di mangkok yang berisi buntut sapi. Wah, ternyata di Soto Daging Tapak Siring ini juga ada menu soto buntutnya. Ini wajib dicoba kapan-kapan, pasti enak banget! Hm… slruuppp…

#3. Selepas sarapan di Soto Daging Tapak Siring, kami meluncur ke Tugu Pahlawan. Ini adalah monumen yang sangat legendaris dan menjadi ikon Kota Surabaya yang juga dikenal sebagai Kota Pahlawan. Monumen ini dimaksudkan untuk menjadi pengingat akan perjuangan Arek-arek Suroboyo yang waktu itu rela berkorban nyawa demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Jarak dari Soto Daging Tapak Siring ke Tugu Pahlawan tidaklah jauh. Namun karena lalu-lintas Surabaya pagi itu agak macet, maka perjalanan dengan bus kami tempuh dalam 30 menit. Oia, pas mau berangkat ke Soto Daging Tapak Siring itu cuaca Surabaya sedang hujan ringan. Untungnya ketika di Tugu Pahlawan, cuaca sudah cerah kembali namun tidak begitu panas menyengat seperti biasanya sehingga kami bisa berfoto-foto di alam terbuka dengan leluasa.

tugu pahlawan food philosophy

Di Tugu Pahlawan, semua peserta diajak berkeliling area Tugu Pahlawan dan masuk ke dalam museum. Meskipun sebagian besar peserta berasal dari Surabaya, ternyata ada beberapa yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Tugu Pahlawan ketika ikut Food Philosophy Trip ini. Owalah Reekk!

#4. Tujuan selanjutnya adalah brunch (breakfast – lunch) alias sarapan setengah siang di Sate Klopo Ondomohen. Klopo adalah bahasa Jawa untuk Kelapa. Tapi jangan salah duga bahwa sate klopo adalah kelapa yang disate. Sate klopo alias sate kelapa sejatinya adalah daging sapi yang dipotong ukuran sate, lalu dibaluri dengan parutan kelapa dan dibiarkan beberapa saat supaya aroma kelapanya meresap ke dalam daging.

Setelah itu barulah dibakar di atas tungku superpanas berbahan bakar arang yang ditiup dengan blower listrik. Panggangan di Sate Klopo Ondomohen cukup panjang, mampu menampung 40 sate sekaligus. Di sana ada 2 panggangan. Berarti dalam sekali waktu mereka dapat membakar 80 sate sekaligus. Kapasitas produksi ini tentu untuk mengimbangi jumlah pengunjung yang selalu banyak.

sate klopo ondomohen

Ada 3 jenis sate klopo, yaitu daging, usus dan otot. Selain itu, bagi yang gak suka daging sapi, bisa memesan sate klopo ayam yang merupakan menu yang belum lama diluncurkan karena banyaknya permintaan dari pelanggan yang ingin menikmati sate klopo namun tidak suka dengan daging sapi.

Oia, sate klopo ini terletak di jalan Walikota Mustajab, dekat dengan kantor Kotamadya Surabaya. Ondomohen adalah nama jalan tersebut di masa lalu sebelum diganti dengan nama-nama pahlawan. Di Sate Klopo Ondomohen ini saya memesan 10 tusuk sate yang terdiri dari 5 tusuk sate usus dan 5 tusuk sate otot. Mantaaabbb…

#5. Yap, baru saja kami brunch, tapi Bebek Sinjay sudah menunggu di depan sana. Maka kami segera meluncur ke utara Surabaya, menyeberangi Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia dan menjadi kebangaaan orang Surabaya dan Madura.

Perjalanan ke Bebek Sinjay lumayan jauh dan melewati rute yang biasanya macet, yaitu Jalan Kapasan. Maka untuk menghilangkan kebosanan, panitia mengadakan kuis tebak-tebakan berhadiah. Peserta yang dapat menjawab paling cepat akan mendapatkan goodie bag yang salah satu isinya voucher pelangsingan dari Puraforma Clinic.

Mendekati perempatan Kedung Cowek, panitia meminta saya untuk bercerita tentang kuliner di Surabaya. Ah keciill.. Langsung saja saya ceritakan tentang nasi babat, sambil saya minta mereka membuka YouTube saya. Biar aja ngiler! Wahahaha… 

Mendekati pukul 12.00 kami tiba di Bangkalan, Madura. Tepatnya di Jalan Raya Ketengan No.45. Sampai di sana, seperti biasa, warungnya penuh sesak! Padahal kapasitasnya mungkin lebih dari 300 tempat duduk. Lapangan parkir di belakang warung Bebek Sinjay tampah penuh sesak degan mobil dan motor para pengunjung. Beberapa bus tampak diparkir di depi jalan, di seberang Bebek Sinjay.

bebek sinjay bangkalan madura

Bebek Sinjay ini sebenarnya sudah buka cabang di mana-mana termasuk di Surabaya. Semuanya laris manis. Namun yang di Ketengan ini juga tidak pernah sepi sejak buka di pagi hari hingga tutup di sore hari. Ribuan ekor bebek setiap hari dipotong dan diolah menjadi bebek goreng superlezat khas Bebek Sinjay. Bebek-bebek itu kabarnya hasil peternakan warga di Pulau Madura.

Oia, kalau kamu belum tahu, Sinjay adalah sebuah singkatan dari Sinar Jaya. Entah mengapa, orang Madura suka sekali menamakan toko atau warungnya dengan embel-embel Jaya. Lihat saja toko-toko yang ada di kanan kiri akses Suramadu sisi Madura, ada puluhan toko menggunakan nama belakang JAYA. Mungkin merupakan sebuah doa semoga usahanya lancar dan pemiliknya meraih kejayaan!

Di Bebek Sinjay ini saya tak kuasa menahan diri untuk tidak makan nasi. Maka 2 porsi Bebek Sinjay dan 1 porsi nasi ludes saya lahap. Sebagai penutup, kami minum kelapa muda tanpa es dan tanpa gula. Masing-masing dapat 1 butir kelapa muda. Kalau kurang boleh nambah lagi. Segar banget bro!

#6. Setelah kenyang melahap Bebek Sinjay dan sholat dhuhur, kami kembali ke Surabaya. Tujuan selanjutnya adalah bersantai di Es Krim Zangrandi di Jalan Yos Sudarso, persis di seberang Gedung DPRD Kota Surabaya. Banyak peserta terlelap di dalam bus. Mungkin mereka semua mengantuk setelah kekenyangan makan Bebek Sinjay.

Sekitar pukul 14.00 kami tiba di Zangrandi. Masing-masing peserta boleh makan es krim sepuasnya. Tapi saya hanya makan 1 scoop es krim saja. Nah setelah menikmati eskrim yang seger banget, gantian saya yang mengantuk. Saya sempat tertidur sebentar di kursi rotan khas Zangrandi yang sandarannya miring ke belakang, cocok banget buat bersantai.

es krim zangrandi food philosophy

Bangunan yang dipakai Es Krim Zangrandi ini merupakan sebuah Cagar Budaya. Dulu gedung ini pernah mau dibongkar, namun kemudian dikembalikan lagi seperti asalnya. Oia, untuk menangkal kadar gula dari es krim, kami dibelaki dengan hemaviton GluCare supaya kandungan manis dari makanan tadi tidak terserap sepenuhnya ke dalam tubuh. Maka hemaviton GluCare bagus bagi penderita diabetes yang harus membatasi konsumsi manis-manis.

#7. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 maka kami segera berbegas kembali ke bus yang sejak awal membawa rombongan kami. Tujuan selanjutnya adalah Pipe and Barrel di Jalan Polisi Istimewa. Ini adalah cafe / resto yang dimiliki oleh Chef Ken. Ada yang belum tahu siapa itu Chef Ken? Kebacut tenan! Beliau ini salah satu finalis Master Chef di RCTI.

pipe and barrel food philosophy

Di Pipe and Barrel, kami mengikuti cooking class. Ada 15 set peralatan masak telah tersedia di halaman belakang Pipe & Barrel, sedangkan pesertanya lebih dari 20. Maka akan ada peserta yang masak tandem. Saya mengalah saja, memilih duduk santai sambil menikmati kopi bikinan barista Pipe and Barrel.

Kopinya enak!

chef ken pipe barrel food philosophy

Mereka yang kebagian kompor diminta untuk bikin makanan berjuluk SPICY CHICKEN WING WITH SALTED EGG SAUCE. Jika dialihkan ke Bahasa Jawa menjadi swiwi pitik pedes nganggo saos ndog asin. Semua bahan sudah disediakan di atas meja lengkap dengan resepnya. Untuk sayapnya kebetulan sudah digorengkan lebih dulu oleh Pipe & Barrel, jadi kawan-kawan tinggal finishing dengan bumbu-bumbu sesuai instruksi yang ada.

Meskipun tinggal mengikuti instruksi yang sudah disediakan, memasak itu butuh sentuhan jiwa. Harus pakai feeling. Tidak bisa cemplang cemplung saja lalu jadi makanan enak. Terbukti dari peserta yang saya amati, mereka nampak bingung dan canggung, apalagi yang baru pertamakali menyentuh alat masak. Wohoho…

cooking class pipe barrel vivi lutviana

Meskipun tidak ikut masak, saya ikut mencicipi masakan beberapa teman. Walah ajur kabeh Rek! Ada yang kurang asin, ada yang terlalu asin, ada yang gosong, ada yang gak jelas rasanya. Wahahaaha… Tapi maklum saja, kalau mereka jago masak pasti kepikiran bikin warung, bisa jadi saingan Chef Ken nanti :p

#8. Jangan dikira acara selesai meskipun sudah malam. Setelah peserta kenyang menikmati masakan hasil olahannya sendiri, ngobrol-ngobrol dan sholat maghrib di ruang locker Pipe & Barrel, tepat pukul 18.30 kami meluncur ke Terminal Seafood di Jalan Manyar Kertoarjo. Entah supaya terasa jauh atau tidak tahu jalan, sopir bus mengambil rute melewati Dinoyo, lalu menyeberangi Jembatan BAT yang tembus ke Ngagel Jaya, lalu belok kiri ke Raya Manyar, putar kanan lalu kiri ke Menur Pumpungan tembus AR.Hakim, belok kiri masuk Klampis Jaya lalu masuk Kertajaya Indah barulah sampai di Manyar Kertoarjo. Ini muter-muter namanya. Tapi tidak masalah, dengan demikian makanan yang sudah masuk ke dalam perut sempat diproses dulu sebelum ditimpa dengan makanan lain.

Di perjalanan, dr.Fanny banyak bercerita tentang mitos-mitos seputar makanan dan hidup sehat. Misalnya mitos seputar terong yang katanya bisa bikin lemes, nanas yang katanya bisa bikin becek kewanitaan dan bisa bikin keguguran, juga dibahas makanan yang dapat meningkatkan jumlah dan kualitas sperma, dan sebagainya.

terminal seafood food philosophy

Pukul 19.00 kami tiba di Terminal Seafood. Kami langsung naik ke ruang VIP di lantai 2 dan di sana sudah tersedia 3 meja bundar. Saya duduk 1 meja dengan para admin Surabaya Kuliner kecuali Cak Tatax yang harus pulang duluan karena mau manggung di Sutos. Kami adalah para pelahap segala makanan! Ada juga Cak Avy yang tidak begitu doyan seafood duduk di sebelah kiri saya. Di depan saya ada dr. Fanny yang cantik dan bentuk tubuhnya masih bagus banget (maklum dong, beliau pemilik klinik pelangsingan), serta Chef Ken beserta istri.

A post shared by Budiono Sukses (@deteksi) on

Tanpa malu-malu, ketika makanan mulai disajikan, kami langsung melahapnya sampai bersih tak bersisa! Saya fokus dengan makanan yang ada di depan saya sehingga tidak mengamati, apakah dr.Fanny dan Chef Ken juga makan banyak seperti kami. Sepertinya sih iya karena makanan di sini semuanya enak!

Yang kasihan, mereka yang duduk di meja satunya. Ketika kami sudah selesai makan, mereka harus menahan nafsu dulu karena masih ada pegambilan footage (stok video) untuk TVC hemaviton Cardio. Seru juga sebenarnya karena nanti bisa masuk TV. Tapi karena ini pengalaman pertama, semuanya terlihat tegang. Berkali-kali take barulah dinyatakan sempurna. Awalnya saya juga ditawari untuk menjadi salah satu yang diambil rekamannya, tapi saya silakan tim produksi untuk memilih mereka yang lebih muda.

Ditutup dengan Menenggak hemaviton Cardio

Saya sudah terbiasa memakan makanan full kolesterol. Maka saya tidak khawatir sedikitpun. Namun ketika pukul 21.30 tiba di rumah, badan mulai terasa tidak enak. Wah ini mungkin terlalu banyak kolesterol. Bagaimana tidak, dari pagi sampai malam dihajar dengan makanan full kolesterol. Biasanya jika badan tidak enak gini, besoknya akan terasa pegal-pegal semua dan akan terasa kurang nyaman sampai beberapa hari ke depan.

Saya langsung ingat hemaviton Cardio. Langsung saja saya buka bungkusnya dan saya tenggak 1 butir hemaviton Cardio. Bismillaah, semoga kolesterolnya minggat!

Dan terbukti, besok paginya bangun tidur badan terasa enteng. Tidak seperti biasanya ketika habis menyantap makanan full kolesterol. Alhamdulillaah.. berarti hemaviton Cardio ini ces pleng. Manjur!  Bisa jadi senjata andalan ketika hendak menyantap aneka kuliner nusantara yang lezat-lezat dan biasanya full kolesterol.

Sampai jumpa di Food Philosophy Trip di kota berikutnya! Kalau mau mengajak saya lagi, wah dengan senang hati akan saya terima tantangan itu!

10 Comments

  1. Yuniari Nukti 15/04/2017
    • budiono 29/04/2017
  2. Roy Vandi Tambunan 19/04/2017
  3. Nurul Rahmawati 20/04/2017
    • budiono 29/04/2017
  4. Mesra Berkelana 21/04/2017
    • budiono 29/04/2017
  5. HALOnetizen 28/04/2017

Leave a Reply